Bismillaahir rohmaanir
rohiim
Sebelum
menjabarkan tentang surat Al Qur’an surat Al Ankabut ayat 2, Ada baiknya kita
menyimak cerita dari dalam kehidupan laut. Cerita ini sepintas seperti anekdot
atau mengada-ada, ceritanya mengaharukan bila diresapi. Lebih dari itu semua,
mudah-mudahan cerita ini dapat mendekatkan pemahaman kita pada maksud dari penafsiran ayat di atas.
Suatu
saat ada seekor anak kerang yang sedang menganga menunggu mangsa masuk ke dalam
perangkap mulutnya yang lebar itu. Di luar dugaan pusaran air yang cukup deras menghantarkan
kerikil tajam masuk ke dalam mulutnya, yang secara otomatis membuat perih
tubuhnya yang lembek itu. Mungkin setara sakitnya dengan sakitnya mata orang
yang kemasukan kerikil, perih!
Si anak
kerang ini mengadu pada ibunya perihal ini yang kebetulan selalu ada di
sampingnya, Dengan menitikkan air mata, si anak kerang ini berkata :
“Ibu…
tubuhku kemasukan kerikil. Sakit sekali rasanya. Bagaimana ini Bu? Tolong saya
Bu” Begitu mendengar keluhan anaknya, Ibunya menatap anaknya dengan tatapan
kasih lalu merespon keluhan anaknya dengan mengatakan :
“Wahai
anakku… kita ini bangsa kerang yang ditakdirkan Tuhan tidak mempunyai tangan.
Oleh karena itu, meskipun Ibu sangat ingin membantu kamu, tapi itu tak pernah
akan terwujud. Oleh sebab itu Anakku …. Bersabarlah! Karena segala sesuatu itu
akan ada hikmahnya”
Besoknya,
si anak kerang ini merajuk lagi kepada ibunya. Ibunya kembali memotivasi
anaknya lagi “Anakku …. Lihatlah sejarah pada bangsa manusia, mereka yang akan
menjadi besar, selalu mengalami penderitaan panjang dulu. Oleh karena itu,
anakku …. Tahanlah penderitaan itu sekuatmu, karena kalau kamu kuat, maka kelak
kamu akan menjadi kerang mulia yang berharga.”
Lusanya,
si anak kerang kembali merintih kepada ibunya. Ibunya pun dengan penuh kasih
sayang menghiburnya “Anakku…. Beruntunglah kamu, karena tidak setiap kerang
dipersiapkan untuk menjadi berharga seperti kamu. Kamu adalah kerang pilihan
anakku…. “
Hari
berikutnya, si anak kerang merengek lagi. Ibunya pun menasehatinya “Penderitaan
itu cuma syarat yang memang harus dialami oleh siapa pun yang ingin menjadi
besar nak… oleh karena itu berhentilah mengeluh karena ternyata mengeluh itu tidak merubah keadaan!”
Begitulah
hari demi hari dilewati dengan ibunya yang selalu setia memberi hiburan dan
motivasi pada anaknya. Derita yang dulunya terasa amat perih, kini ia rasakan
biasa saja. Air matanya penderitaannya telah membalut kerikil tajam sehingga
rasa sakit tidak terasa lagi. Begitulah rasa sakit pun akan berubah dengan
sendirinya bila kita tahu bagaimana menyikapinya.
Penderitaan
dari kaca mata Al Qur’an, adalah termasuk salah satu bentuk ujian keimanan
seseorang. Sebagaimana dalam surat AL Ankabut ayat 2 yang artinya “Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja mengatakan “Kami telah
beriman” sedang mereka tidak diuji lagi?”
Ujian
kehidupan / penderitaan adalah hal yang alami. Hal yang pasti dialami oleh
siapa saja yang bernama manusia. Ujian itu pasti sudah disesuaikan Allah dengan
kemampuan orang mau diujinya. Sehingga tidak ada ujian yang tidak terpikul.
Sebagaimana ujian bagi anak kelas 2 SD tentu materi ujiannya sudah disesuaikan
dengan kemampuan anak kelas 2 SD, tidak mungkin akan diberi materi ujian kelas
2 SMP dalam situasi normal. Kalau ada yang melakukan itu berarti itu adalah
tindakan bodoh. Allah tidak bodoh yang melakukan hal konyol begitu.
Jadi
kalau datang ujian, maka syukurilah karena Anda akan sudah dianggap layak
menerima materi ujian lanjutan itu. Tidak setiap orang dihormati dengan materi
ujian yang Anda terima itu. Setiap ujian itu selalu ada penghargaan yang bakal
diserahterimakan bagi siapa yang lulus. Allah tidak bingung memberi hadiah apa,
Allah tidak kekurangan hadiah jenis apa. Yakinlah bahwa bila Anda lulus, Anda
pasti akan menerima hadiah itu. Tentu hadiah itu tergantung dengan seberapa
nilai kelulusan Anda.
Hadapilah
ujian itu dengan gagah berani karena materi ujian itu pasti masih dalam
kapasitas Anda. Kerjakanlah materi ujian itu dengan hati-hati dan awalilah
dengan membaca basmalah. Semoga kita termasuk orang-orang yang lulus dengan
predikat sangat memuaskan. Amin.
Salam
sukses bahagia
By Nur
Muhid
0852 2580
5657

Tidak ada komentar:
Posting Komentar